Tciely’s Blog

Mei 19, 2009

Menilik pada pendidikan negri dan swasta

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tciely @ 12:54 am

Ada beberapa orang yang pasti ketika mendengar kata swasta dia hanya akan memandang sebelah mata. Begitu juga sekolah Muhammadiyah, pada hal juga tidak separah yang mereka banyangkan. Mungkin benar dari segi kualitas SDM kita masih kurang tapi sebenarnya fasilitas yang diberikan harusnya mampu menyokong kekurangan ini.

Siapa yang patut dipersalahkan dari semua ini?

Mentalitas
Ketika suatu kali aku bicara ini pada seorang temanku, dia berpendapat bahwa sebenarnya yang jadi masalah adalah mentalitas dari dosen dan mahasiswa itu sendiri. Menurutnya juga kalau m,ahasiswa di Swasta itu ada kecenderungan karena masuknya saja sudah terpaksa karena tidak diterima di negri, dan ini membuat suatu pola piker yang mendasar pada mereka bahwa mereka ini sudah kalah telak. Tentunya harapan sebagian besar dari mahasiswa memang diterima di pergutuan tinggi karena memang terbukti di Indonesia perguruan tinggi mempunyai berbagai tawaran yang lebih tinggi dari swasta. Kekecewaan inilah yang terkadang terbawa oleh perasaan takut untuk bersaing. Dan bahkan lebih ekstream lagi mereka yang berpendapat bahwa dirinya tidak bisa berkompetisi secara akademik kemudian lari ke kegiatan organisasi, atau yang sering disebut sebagai organisatoris. Tidak salah memang jika sebagian dari mereka menjadi gembong dari kegiatan organisasi yang tidak mungkin mereka dapatkan kalau hanya berada di akademik. Tapi ada masalah yang kemudian timbul, yaitu lamanya mereka untuk wisuda. Entah karena alasan apa, mungkin malas, terlalu mencintai organisasi atau tidak siap menghadapi tantangan. Mentalitas inilah yang sepertinya mulai di bangun oleh mahasiswa swasta, jangan sampai kita dianggap remeh karena memilih swasta. Bersyukur juga merupakan kunci yang tak pernah habis akarnya.

Aku ingat juga nasehat dari ibunya temenku kalau orang pintar dimanapun dia berada tetap saja pintar, jadikan itu sebagai salah satu prinsip agar kita berjalan lebih mudah.

Aku bangga dengan universitas yang membesarkan serta mengenalkanku LPM Pabelan.

Mei 15, 2009

jus firefoxku habis

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tciely @ 10:18 am

asam, manis dan lembut di lidah gambaran singkat tentang jus firefoxku yang kunikmati sore ini di episentrum (caffe di daerah mendungan, pabelan) ehm campuran stawberry, melon dan vannilla wuehhhh maknyusss.

Suasana sore ini membawaku untuk mampir ditempat ini untuk sekedar minum jus dan on line. Setelah setengah jam menunggu firefoxku sudah siap santap. sialnya aku kesini tidak sendiri, sepuluh detik saja sudah cukup untuk menggasak jus ini… ah dasar nenden si manusia kabel ini memang rival sejatiku dalam hal makan dan dimakan (he…heee)

sore ini memberriku ide untuk membuat waroeng jus sendiri biar gak kehabisan jus lagi. asik toe daper untung plus menyalurkan hoby minum jus ku.

Okey siapa yang mw jadi investor untuk usahaku, oh yah jadi inget pewacanaan kampus UMS sebagai kampus wisata cocoklah buat lahan usahaku.

halangan beratku ketika ingin membuat usaha sebenarnya bukan terletak pada modal. ah ide sudah ada, kesempatan didepan mata, niatpun ada hanya kurang satu. NEKAT dan ACTION, susah ya !!! kapan suksesnya kalau begini terus?

JUS FIREFOXKU MEMBERIKAN INSPIRASI…..OK PEMIRSA TUNGGU KEDATANGANKU…. WAIT MEEEEEEEEEEEEEEEE

Mei 4, 2009

De Winst

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tciely @ 2:55 pm

Salah satu novel karya Afifah Afra yang membangkitkan semangat idealisme dan nasionalisme. Setelah memutuskan membelinya disebuah acara bookfair di GoroAssallam yang ternyata lumayan mahal untuk kantong mahasiswa membuat saya mulai melek dengan kenyataan bangsa ini yang masih terpuruk dan berkawan dengan kemiskinan.

De Winst yang merupakan pabrik gula yang berjaya pada tahun 1930 dikuasai seorang bernama Edwatd Bilmer warga kebangsaan Belanda. Buku ini menceritakan bagaimana perjuangan rangga puruhita suryanegara yang merupakan seorang sarjana ekonomi lulusan Universitas Leiden, Nederland dimana tidak sembarang orang bisa masuk ke universitas tertua di belanda tersebut. Setelah dirinya lulus dengan nilai tertinggi, Rangga memutuskan untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi meskipun Nederland memberikan banyak tawaran manis, merupakan negri impian, dengan kota-kota indah, taman-taman bunga penuh dengan pucuk tulip dan teknologi yang lebih modern, ia lebih memilih merindukan berada diantara bangsanya yang lugu. Akan tetapi, hal pelik harus ia hadapi. Mulai dari ribetnya aturan kebangsaan keraton surakarta, perjodohan paksa dengan Rr. Sekar Prembayun yang sulit ia lepaskan, hingga permasalahan ketidakadilan yang dialami para buruh pabrik gula yang digaji sangat rendah. Haru biru cintanya dengan Everdine kareen Spinoza, seorang Belanda yang terancam kandas.

Hal menarik pada buku ini, saat rangga berusaha mempertahankan idealismenya bahwa ada cara lain dalam memperoleh kata sejahteraan untuk rakyat. Tidak harus bergabung dan menjadi kaum proletar untuk merasakan betapa sulitnya hidup kaum proletar. Walaupun terkesan kapitalis tapi saya sepakat dengan apa yang dipikirkan rangga ketika dirinya bertemu dengan jatmiko salah satu pemimpin cabang partai rakyat dan hidup sebagai kaum proletar. Hidupnya untuk kemerdekaan tanah air ini dalam semangat kebersamaan, kesederhanaan, sama rata, sama bahagia. Prinsip para pengikut marxis yang pada saat itu banyak ditangkap dan kemudian diasingkan.

Rangga menjadi sosok yang nasionalis modern menurut saya, menyadari bahwa kemerdekaan tidak hanya diraih dengan de jure tapi de facto. Dimana ekonomi menjadi salah satu penopang kehidupan bangsa. Keputusannya keluar dari de winst dan membuat perkongsian dengan golongan ningrat di solo dan saudagar batik di laweyan semakin menggugah semangat saya untuk membuat lapangan kerja sendiri tidak tergantung pada oarng lain.

De winst saya rekomendasikan sebagai salah satu novel yang tidak kalah dengan laskar pelangi dan nagabonar dalam membangun semangat anak muda sekarang dan memberikan inspirasi seseorang untuk mempertahankan idealisme dan semangat nasionalisme yang mulai luntur.De Winst yang mempunya setting di Solo semakin menunjukkan tarin g solo sebagai kota budaya, Semoga ada sutradara yang berkompeten sehingga Novel ini dapat dijadikan sebuah Film yang spektakuler dan mengangkat citra solo dikancah nasional dan internasional.

April 27, 2009

Dalam proses pencarian

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tciely @ 9:24 pm

April 5, 2009

kosong adalah isi

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tciely @ 2:52 pm

Tak ada isi berarti kosong dan dikatakan isi apabila kosong. Pernyataan yang aneh muncul dalam benak saya? sebenarnya kosong apa isi… ketika mendapati blog saya yang terus-terusan kosong tak berisi, yah mau bagaimana lagi belakangan rasa bosan terlalu sering menemani saya jadi imbasnya daya kretif meninggalkan tuannya. sudah sekian waktu menjalani kehidupan belum juga aku menemukan waktu ideal untuk menulis, hanya berdasarkan mood. Ini tentunya tidak efektif, menjadi seorang penulis handal sudah sudah tidak ada gambaran yang jelas lagi untuk kesana.

sekarang lebih banyak memikirkan hal-hal yang tidak berguna. padahal hal ini saya sadari tapi tak bisa begitu saja saya tinggalkan. Aktifitas satu ini seolah sudah menjadi rutinitas ( melamun).

Tak dapat dipungkiri kalau kosongnya blog saya juga atas dampak rutinitas tersebut, Entahlah keadaan semakin menggila lagi karena saya mulai menukar waktu tidur saya dengan melamun dan menjadikan wattu kuliah menjadi tidur. sampai julukan yang dulu melekat pada teman saya Novi berpindah pada saya “miss Tidur”….. waaaaaahhh sadah gawat benar penyakit saya ini rupanya. Obat yang manjurpun sudah saya coba dengan berbagi cerita eh jadinya juga sama saja malah ngosip(kebiasaan cewek yang biruk dan dibenci ayah).

Setelah merasa putus asa dengan keadaan ini kemudian saya putuskan untuk segera mengakhiri rutinitas ini dan menggantinya dengan membaca, walau[un saya mengawalinya dengan membaca komik. yah menurut saya ini bukan awal yang buruklah karena teman2 saya mendukungnya dengan membaca komik pada jam istirahat. haaahaaa tidak terasa saya sudah menularkan budaya membaca komik keteman2.

kekosongan blog ini akan segera saya tebus setelah tugas kuliahku kelar.

Maret 29, 2009

Penasaran dengan arti Tciel?

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tciely @ 2:03 pm

Banyak orang mendengar kata ini langsung tertawa, tanpa tahu apa sebenarnya kata tciel sendiri. Pernah suatu saat ada satu teman yang membacanya “ceile”. Tentu saja semua temanku yang mendengarnya langsung tertawa terpingkal-pingkal. Huh andai mereka tahu filosofi kata ini pasti akan banyak yang terharu (wkaaa…ka lebay).

Sebenarnya aku ini adalah orang yang cukup terobsesi dengan Negara jepang. Semua yang berbau jepang aku suka. Mulai dari komik, makanan, mainan dan IT Jepang memberi banyak inspirasi. Dan nama yang kugunakan dengan setiapun hasil provokasi jepang. Kata Tciel terdiri dari dua kata yaitu Tomo dan Ciel. Tomo dari bahasa jepang yang berarti persahabatan saat aku membaca komic yang berjudul aliace Nadeshiko yang berkisah tentang persahabtan empat manusia. Aku amat mencintai arti persahabatan. Kemudian aku langsung memutuskan untuk menjiplak nama itu. Kemudian satu lagi dari kata Ciel berasal dari bahasa perancis yang terispirasi dari komic jepang pula berjudul Angel Projec yang artinya surga.

Dari dua kata tersebut aku punya harapan akan mendapatkan sahabat yang akan membawaku kearah yang lebih baik karena aku sadar bahwa diriku tidak sebaik namaku.Tciel menjadi satu icon dalam hidupku yang memberiku setitik harapan bahwa apersahabatan itu masih ada dan akan selalu ada dengan asam manisnya.

Jika hari ini aku diberi satu permintaan. Maka aku akan minta agar persahabatanku benar-benar membawaku ke Surga. (NB :arti persahabatan sangat luas)

Maret 26, 2009

Egois itu Menyenangkan

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tciely @ 5:26 am

Berjalan di atas semua masalah membawaku kearah kedewasaan untuk memaklumi ketidaksesuaian antara harapan dan fakta. Aku mulai terbiasa menghadapi masalah itu dengan cuek. Kalaupun ditanya sejak kapan kecuekan itu muncul, aku akan menjawab dengan bangga begini, “ Saat aku sudah mulai bosan dengan segala permasalahan yang kuhadapi, aku sudah dihinggapi rasa jenuh untuk menyelesaikan masalah itu sesuai dengan keinginanaku maka setelah ini aku akan mengalir saja kemana masalah membawaku dan aku menjadi cuek”.

Aku baru sadar kalau sifat kepedulian itu bukan segala-galanya, aku yang dulu adalah orang yang egois pada diriku sendiri. Tak pernah aku dengan serius memikirkan tentang kepentinganku tapi aku memikirkan mereka yang ternyata tidak pernah peduli dengan kehadiranku. Kemudian akupun mulai belajar dengan mereka. Belajar untuk menjadi egois adalah prioritasku. Mungkin kamu yang membaca ini akan tertawa sebenarnya apa yang ada dalam otak kecilku ini? Ha….ha tapi yakinlah kalian akan melewati fase seperti aku entah sadar atau tidak. Bahkan mungkin kalian telah sampai pada tahap ini.

Banyak orang bilang masa kecil adalah masa yang indah karena melewatinya dengan penuh cinta entah itu dari orangtua maupun teman berbeda denganku masa kecilku kulewati dengan penuh dendam. Mulai dari keluarga yang pada saat itu memang sedang merintis karier jadi tak ada waktu untuk memperhatikanku. Lingkungan rumah yang tak kukenali siapa mereka karena aku memang jarang keluar rumah dan bergaul dengan mereka. Sekolahku yang jauh dari peradaban dengan orang-orang yang menyebalkan dan hanya seorang guru yang mampu membuatku terus bertahan disitu. Aku seperti anak pasar pada umumnya bergulat dengan bau tak sedapnya aroma pasar. Yang paling aku sesalkan adalah aku tak mendapat pengetahuan tentang agama selain dari sekolah sehingga sampai sekarang aku mendapatkan kesulitan untuk itu. Satu kata lagi yang terucap aku memaklumi hal tersebut. Dengan segala masalahku dari kecil aku terus belajar untuk egois dan aku bisa tersenyum dan berkata aku sudah bisa EGOIS.dan ternyata itu menyenangkan sekali.

Maret 19, 2009

Aku Ingin Hidup Normal

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tciely @ 10:30 am

Bosan aku dengan kehidupanku yang mulai tidak seimbang, aku tak mau lupa dengan cita-citaku dulu sewaktu pertama kali ingin menginjakkan kaki ke dunia Pendidikanku yang sekarang. prioritasku tetaplah untuk kuliah seperti pesan ayah bundaku. aku tak mau mmembuat mereka kecewa dengan ulah konyolku. Dimulai dengan manajemen waktu yang harus okey lagi, aku perlu menyeimbangkan kehidupanku. HIDUP KESEIMBANGAN

He….He semoga ini bukan hanya akan menjadi omonganku saja. makasih

Maret 10, 2009

Semangat Baru, Kuliah Baru

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tciely @ 11:23 am

Banyak hal yang tak kusadari ternyata harus kuhadapi. Ada masalah-masaalah diluar dugaanku menjadikan aku semakin bersemangat menjalani kehidupanku tapi tak tahu kenapa ada sesuatu yang berubah pada diriku. dan kurasa perubahan itu tidak baik untukku. aku memang terus bergerak dalam hidupku tapi pergerakanku itu tidak jelas arah dan tujuannya, hanya mengalir begitu saja (tak terkendali).
aku mencoba terus untuk mencintai dan bersyukur atas apa yang aku miliki sampai sekarang. Banyak orang yang mengingatkan aku untuk lebih rajin bukan cuma rajin, lebih pintar enggak cuma pintar.
aku mulai menata hidupku dari sekarang dan kubangun diatas mimpi-mimpi indahku lima tahun kedepan.

Februari 20, 2009

Perasaan Takut Gagal

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tciely @ 10:40 am

Kata orang gagal adalah keberhasilan yang tertunda, tapi apabila hal ini dilontarkan saya tidak sepakat karena momok kegagalan itu akan selalu menghantui setiap langkahku. aku adalah orang yang masih terpaku pada ketakutan akan mengalaman sebuah kegagalan lagi dan lagi. kadang orang yang ada disekitarku sering bilang kalau kegagalan juga menjadi pembelajaran buat kita tetap aza menyebalkan, susah bagi kita untuk menjalaninya apalagi untuk orang seperti aku yang harus kuakui masih terlalu lemah kalau harus begitu saja melupakan sebuah kegagalan.

ada Kegagalanpun tent ada yang namanya keberhasilan, ketika keberhasilan yang kurasa ini menghampiriku. akupun lupa pada sahabat kentalnya. semisal mereka katakan bahwa di dalam hiduo mereka tak ada yang namanya kata gagal dan adanya hanya keberhasilan yang tertunda tentunya akan membuat semua yang ada didunia ini menjadi lebih mudah. tanpa beban tapi permasalahannya aku bukan orang yang mudah berfikir simple. masih ada pertimbangan yang kadang memang tidak perlu ikut menjadi momok, langkahku kedepan.

maunya kayak apa untuk para gagalmania ?

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.